DOMPET KEMANUSIAAN INDONESIA MENANGIS
Rabu, 29 Desember 2004 05:21 WIB
NUSANTARA

Diteror, Polisi Lindungi Petugas PLN Perbaiki Jaringan

BANJARMASIN—MIOL: Kapolda Kalimantan Selatan, Brigjen Sudibyo, MSc, menginstruksikan jajarannya untuk mengawal dan melindungi petugas PLN setempat yang tengah melaksanakan pekerjaan perbaikan jaringan/instalasi listrik yang mengalami gangguan.

Instruksi itu disebarkan ke seluruh Polres/Polresta dan Poltabes Banjarmasin, seusai menerima perwakilan Serikat Pekerja (SP) PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah (Kalselteng) di ruangan Kapolda di Banjarmasin, Selasa.

Hal itu menyikapi munculnya teror dari masyarakat terhadap petugas PLN yang tengah melakukan perbaikan instalasi/jaringan, saat terjadi pemadaman listrik berkepanjangan, menyusul robohnya delapan tower penghantar listrik tegangan tinggi dari Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) Asam Asam di Kabupaten Tanah Laut, Kalsel, akibat sebagian pipa besinya dicuri.

Teror dari sekelompok masyarakat yang kesal karena terus-menerus terjadi pemadaman listrik itu, diantaranya dialami sejumlah petugas PLN yang tengah melakukan perbaikan jaringan di Banjarmasin, dengan cara mengempesi empat ban mobil dinas petugas PLN tersebut.

Mujiono, dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) SP-PLN Kalselteng, kepada Kapolda Kalsel meminta perhatian polisi untuk mengawal dan melindungi petugas PLN yang tengah melakukan perbaikan jaringan/instalasi di jalur umum, sehingga mereka dapat melaksanakan tugasnya dengan tenang.

Ia yang didampingi tujuh rekannya dari DPC SP-PLN berbagai daerah di Kalsel itu, mengharapkan adanya perlindungan hukum dan keamanan terhadap petugas PLN yang bekerja untuk kepentingan masyarakat luas tersebut.

Kalau petugas PLN sampai tidak sanggup melaksanakan tugasnya, akibat diganggu dan diteror oleh masyarakat yang merasa kesal atas terjadinya pemadaman listrik terus-menerus, maka masyarakat luas juga yang akan dirugikan.

Selain itu, SP-PLN Kalselteng juga menuntut polisi mengusut tuntas pencurian pipa besi tower PLN yang menyebabkan delapan tower roboh sejak Jumat (17/12), sehingga sempat menyebabkan terjadinya pemadaman berkelanjutan di seluruh wilayah Kalselteng tersebut.

Hal itu mengingat besarnya kerugian moril dan materiil yang dialami PLN dan masyarakat luas pelanggan listrik, selain untuk memberi efek jera agar tidak lagi terjadi pencurian instalasi/peralatan milik PLN, kata Mujiono.

Sementara Kapolda Kalsel yang didampingi Direktur Intelkam, Komisaris Besar (Kombes) Drs.H.Soko Basuki dan Direskrim, Kombes Drs.Bahrul Efendi, SH, menyatakan mendukung keinginan SP-PLN Kalselteng tersebut, dengan langsung menyebarkan instruksi ke wilayah-wilayah (Polres/Polresta/Poltabes) itu.

Bentuk dukungan polisi bisa atas dasar permintaan pihak PLN maupun secara langsung, yakni melalui petugas kepolisian yang tengah melakukan patroli di jalanan.

"Kami akan terus mengaktifkan patroli polisi dan jika mengetahui ada petugas PLN yang sedang melakukan perbaikan jaringan, otomatis akan dipantau dan dilindungi," ujarnya.

Sedangkan pengusutan para pencuri pipa besi tower PLN, kini masih terus berlangsung, ditangani Polres Tanah Laut, sedikitnya telah berhasil menangkap 15 orang pencuri bersama penadah besi PLN itu.

"Sebagian berkas perkara para pencuri pipa besi PLN itu sudah rampung dan siap dilimpahkan ke kejaksaan (P-21). Ini termasuk kasus langka yang menimbulkan kerugian besar, karena itu kami menjadikannya sebagai prioritas penanganan," tambahnya. (Ant/O-2)

[Belum ada tanggapan untuk berita ini]
KOMENTAR/TANGGAPAN ATURAN KOMENTAR

Copyright © 2003 Media Indonesia. All rights reserved.
Partnered with Indonesia Interactive
Comments and suggestions please email miol@mediaindonesia.co.id
Berita Lainnya
70 Polisi Bali Belum Diketahui Nasibnya di Aceh
Dua Tewas Akibat Longsor di Purworejo
Komunikasi dengan Banda Aceh Hanya Bisa via Ponsel
Aceh Singkil, Aceh Selatan Bebas Korban Jiwa
Korban Tsunami Aceh yang Selamat Dievakuasi ke Medan