DOMPET KEMANUSIAAN INDONESIA MENANGIS
Rabu, 29 Desember 2004 07:53 WIB
NUSANTARA

Tambang Marmer Dituding Penyebab Longsor Menoreh

MAGELANG—MIOL: Warga Pegunungan Menoreh di Dusun Selorejo Desa Ngargoretno Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang, menuding kegiatan penambangan marmer di kawasan itu telah menjadi penyebab terjadinya tanah longsor.

"Karena getaran backhoe (eskavator,red) setiap hari itu mengakibatkan tanah-tanah di seluruh Selorejo dari semua arah menjadi retak, ini tanah longsor pertama kali terjadi selama ini," kata pemuka warga setempat Suroso di Magelang, Selasa.

Tanah longsor menimpa kawasan di dekat lokasi penambangan marmer pegunungan Menoreh, Senin (27/12) sekitar pukul 18.00 WIB mengakibatkan delapan rumah tertimbun tanah. Tidak ada korban jiwa karena 73 kepala keluarga atau 289 jiwa telah mengungsi ke balai desa, gedung sekolah dan rumah tetangga lainnya yangaman.

Tetapi lima warga yang pemilik delapan rumah yang tertimbun tanah itu tidak berhasil menyelamatkan harta kekayaannya dari longsoran tanah dari tebing setinggi sekitar 20 meter itu. Rumah mereka tertimbun tanah hingga setinggi sekitar 10 meter.

Suroso bersama sejumlah warga setempat lainnya sejak beberapa waktu lalu hingga saat ini melakukan aksi penolakan terhadap penambangan marmer kawasan itu karena dikawatirkan merusak lingkungan termasuk situs gua lawa di Pegunungan Menoreh itu.

"Saya dan sebagian besar warga telah mengingatkan sejak beberapa waktu lalu, kini terbukti menimbulkan bencana," katanya.

Ia mengatakan, aliran Kali Depok dari sumber mata air di Dusun Selorejo ke bagian bawah melalui lokasi penambangan telah ditutup oleh pihak perusahaan penambangan marmer itu.

"Akibatnya alirannya bisa kembali ke atas dan ketempat lain yang potensi retakan tanahnya bisa terisi air. Ini juga mungkin penyebab tanah longsor itu," katanya.

Ia mengatakan, kawasan itu belum pernah terjadi tanah longsor selama ini. Tetapi pada 1976 terjadi tanah ambles hingga sekitar tiga meter di Dusun Deselan sekitar 10 meter di atas lokasi penambangan marmer.

Pihak Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Yogyakarta dalam siaran pers ditandatangani Koordinator Program Walhi Suparlan yang diterima ANTARA Magelang menyebutkan hujan deras di kawasan itu mengakibatkan tanah labil dan longsor.

"Ini disebabkan penyempitan aliran sungai antara Dusun Selorejo dan Penambangan Marmer PT Margola, disamping akibat 'baver zone' dari ekologi yang ada disana sudah berkurang karena duapuluh hektar di antaranya ditambang oleh PT Margola," katanya.

Pihaknya bersama Kappala Indonesia, SeTAM, Mapala Janagiri, Mapala Akprin, Mapalaska, Tropong APMD melakukan investigasi di lokasi bencana pada Senin (27/12) pukul 23.00 hingga Selasa (28/12) pukul 05.00 WIB.

"Masyarakat masih dalam keadaan 'shock', tidak percaya dan belum bisa kembali ke rumah masing-masing karena antisipasi kalau ada longsor susulan," katanya. (Ant/O-2)

[Belum ada tanggapan untuk berita ini]
KOMENTAR/TANGGAPAN ATURAN KOMENTAR

Copyright © 2003 Media Indonesia. All rights reserved.
Partnered with Indonesia Interactive
Comments and suggestions please email miol@mediaindonesia.co.id
Berita Lainnya
Diteror, Polisi Lindungi Petugas PLN Perbaiki Jaringan
70 Polisi Bali Belum Diketahui Nasibnya di Aceh
Dua Tewas Akibat Longsor di Purworejo
Komunikasi dengan Banda Aceh Hanya Bisa via Ponsel
Aceh Singkil, Aceh Selatan Bebas Korban Jiwa