DOMPET KEMANUSIAAN INDONESIA MENANGIS
Rabu, 29 Desember 2004 11:53 WIB
NUSANTARA

Gelombang Tsunami Kemungkinan Kecil Terjadi Di Sulsel

MAKASSAR--MIOL: Tragedi gempa bumi dan gelombang Tsunami yang menimpa rakyat Nanggroe Aceh Darusslam (NAD) kekuatan 6,8 pada skala richter kecil kemungkinan tejadi di wilayah Sulawesi Selatan.

Kepala Stasiun BMG Wilayah IV Sulawesi dan Maluku, Robert Owen di Makassar, Rabu, menjelaskan bahwa meski potensi gempa dan gelombang Tsunami bisa terjadi di Sulsel, namun hal tersebut kemungkinannya sangat kecil.

Sebab lanjut Robert, patahan Sa'dang yang terjadi dari daerah Mamuju, Toraja, Enrekang, Sidrap hingga ke Bulukumba dinilai sudah tidak aktif lagi.

Meski terdapat pemekaran lantai laut di Sulsel lanjut Robert, namun gelombang Tsunami yang dikawatirkan akan terjadi di Sulsel sangat tipis.

Menurutnya, bila terjadi gempa didasar laut, maka otomatis akan terjadi pula perubahan di dasar laut, selain itu gempa laut biasa terjadi diatas 6 skala richter.

Sedangkan data BMG menunjukka rata-rata gempa yang pernah melanda wilayah Sulsel hanya mencapai sekitar 0,6 skala richter.

BMG Wilayah IV Sulawesi dan Maluku, mencatat gempa yang terjadi di Bulukumba pada tanggal 29 Desember 1928, intensitasnya VIII - IX MMI, menimbulkan kerusakan dan korban jiwa.

Gempa Tinambung pada tanggal 11 April 1967 pukul 13:09 dan kemudian pukul 11.00 WITA , Epic : 3,3747 LS - 119,115 BT, Kedalaman 33 Km Magnitude 5,3 SR yang mengakibatkanb gelombang Tsunami menewaskan 58 orang, 100 orang luka-luka, dan 13 orang hilang yang kemudian disusul tanah longsor dengan intensitas VII - VIII MMI.

Sementaraq gempa di Majene pada 23 Februari 1969, jam 08 36 56,6 WITA Epic 3,118 LS - 118,8711 BT, Kedalaman 13 Km. Magnitude 6,9 SR, menewaskan 64 orang, 97 orang luka-luka dan memporakpporandakan 1.287 rumah sejumlah masjid mengalami kerusakan berat dan ringan.

Dermaga pelabuhan di aearah itu rusaksepanjang 50 m, akibat diterjang gelombang Tsunami dengan ketinggian 4 meter di Palatoang dan 1,5 m di Parasanga dan Palili dengan, intensitas VIII MMI

Gempa Mamuju pada 6 September 1972 jam 16 00 25,3 WITA Epic 2,4697 LS - 119,1239 BT, Kedalaman 36 Km. Magnitude 5,8 SR, Menimbulkan kerusakan sejumlah yang menimbulkan suara gemuruh.

KabuPatenb mamuju kembali diguncang pada 8 Januari 1984 jam 23 24 13,5 WITA Epic : 2,8228 LS - 118,8061 BT kedalaman 33 Km Magnitude 6,6 SR, 2 orang meninggal 5 orang luka berat 24 orang luka ringan 70 bangunan rusak berat 278 bangunan rusak ringan terjadi tanah bergeser di Tapalang dan Tsunami dengan intensitas VII MMI

Gempa Ulaweng, kabupaten Wajo pada 8 April 1993 Jam 20:49 28,7 Wita, Epic : 4,4089 LS - 120,1239 BT Kedalaman 31 Km, Magnitude 5,3 SR Menimbulkan tanah longsor dan kerusakan berat serta ringan pada bangunan. Intensitas VI - VII MMI

Sementara gempa Pinrang, 28 September 1987 jam 09 38 28,8 Wita. Epic: 03,9 LS - 119,7 BT Kedalaman 33 Km Magnitude 6 SR, sumber gempa berada diantara 3 kota Parepare - Sidrap - Pinrang. Intensitas maksimum VII - VIII MMI berada di kota Pinrang, kerusakan bangunan berat berjumlah 203 buah kerusakan bangunan ringan berjumlah 818 buah dan korban meninggal 18 orang, korban luka-luka 53 orang.

(Ant/Ol-01)

[Belum ada tanggapan untuk berita ini]
KOMENTAR/TANGGAPAN ATURAN KOMENTAR

Copyright 2003 Media Indonesia. All rights reserved.
Partnered with Indonesia Interactive
Comments and suggestions please email miol@mediaindonesia.co.id
Berita Lainnya
Tambang Marmer Dituding Penyebab Longsor Menoreh
Diteror, Polisi Lindungi Petugas PLN Perbaiki Jaringan
70 Polisi Bali Belum Diketahui Nasibnya di Aceh
Dua Tewas Akibat Longsor di Purworejo
Komunikasi dengan Banda Aceh Hanya Bisa via Ponsel