Kamis, 09 November 2006
Forum Editorial
Edisi Aktual
Edisi Cetak
Edisi Cetak (PDF)
 
EDITORIAL PAGI
RAPAT Dewan Gubernur Bank Indonesia, Selasa (7/11), memutuskan untuk menuru..
Komentar Anda | SMS
EDITORIAL MALAM
DENGAN bahasa apakah kita mesti berbicara pemberantasan korupsi di negeri ..
Komentar Anda | SMS
Selasa, 07 November 2006
EDITORIAL
Studi yang Menggelikan

ORANG pintar perlu studi. Namun, di Indonesia ada satu jenis studi yang tidak pernah membuat orang pintar, yaitu studi banding. Inilah jenis studi yang khusus diciptakan oleh dan untuk anggota DPR.

Setiap kali ada studi banding, baik yang dilakukan terbuka atau tertutup, publik menyambut geli. Geli karena terlalu kentara bahwa studi model begitu adalah akal-akalan. Studi banding dari dulu sampai sekarang adalah kamuflase untuk membenarkan pesiar yang dibiayai negara.

Sebuah studi yang benar memiliki metodologi dan target yang terukur dan dipertanggungjawabkan secara substansial. Studi yang benar juga membutuhkan waktu yang lama. Studi-studi banding yang dilakukan anggota DPR selama ini ke berbagai negara tidak ada pertanggungjawaban substansial, hanya administratif.

Mereka hanya mempertanggungjawabkan penggunaan dana belaka. Sedangkan pertanggungjawaban substansial sangat sumir karena cuma dilaporkan dalam sidang bahwa komisi ini dan komisi itu telah melakukan studi banding ke sana dan kemari. Hasil nyata tidak pernah bisa diukur.

Skeptisisme seperti itu muncul lagi--bahkan semakin kuat--tatkala dewan mengumumkan 31 anggota Komisi V DPR--yang membidangi perhubungan--melakukan studi banding tentang sistem transportasi di tiga negara Eropa, yaitu Jerman, Belanda, dan Prancis. Waktu studi yang menghabiskan anggaran negara Rp1,763 miliar itu cuma tujuh hari.

Kalau dihitung dengan waktu yang dihabiskan untuk perjalanan dan bersenang-senang, porsi studi bisa-bisa tinggal tiga hari. Metodenya pun sudah bisa ditebak, yaitu meninjau dan mendengar. Kalau mereka tidak fit, yang meninjau dan mendengar dengan sungguh-sungguh cuma separuh karena yang separuh lagi letih dan mengantuk.

Bagi separuh yang fit dan bersungguh-sungguh berstudi banding, hasilnya pun tidak menjamin. Karena yang memberi penjelasan tentang sistem transportasi di Belanda, Jerman, dan Prancis bukan ahli transportasi yang fasih bahasa Indonesia. Semakin bertambah lagi faktor yang membuat studi banding menjadi pemborosan yang tak terbandingi.

Anggota dewan adalah mereka yang mendapat kehormatan untuk mewakili kepentingan publik. Mereka harus bisa menangkap apa yang disenangi dan apa yang tidak disenangi. Mereka harus jujur untuk mengatakan apakah studi ini bermanfaat atau tidak. Karena itu, mereka harus peka bahwa rakyat tidak bisa ditipu terus-menerus melalui studi banding yang akal-akalan itu.

Studi banding telah memperjelas moral defect. Pertama, para anggota dewan tidak memiliki keprihatinan sedikit pun terhadap kondisi keuangan negara. Kedua, studi banding model begitu mengangkangi kepatutan metodologi dan pertanggungjawaban substansi. Ketiga, dan ini yang paling celaka, studi banding telah menjadi nama yang mengesahkan semangat permufakatan sesat. Karena sudah dianggarkan, tidak bisa dibatalkan. Itu argumen paling sesat di bumi.

Kita berkepentingan lembaga parlemen yang makin cerdas dan berwibawa. Karena itu, studi adalah keharusan. Tetapi, tentu, studi yang benar-benar studi. Studi yang meningkatkan kepintaran yang akan mendorong kapasitas dan kapabilitas lembaga menemukan solusi.

Studi yang dibungkus rapi oleh nafsu manipulasi tidak pernah akan membuat pintar. Itulah studi banding yang selalu dibela mati-matian oleh DPR. Menggelikan....


Komentar terpilih akan dimuat di rubrik 'Bedah Editorial' Harian Media Indonesia edisi esok
KOMENTAR/TANGGAPAN ATURAN KOMENTAR
JUDUL TANGGAPAN
STUDI BANDING HANYA UTNUK INDIVIDU YANG LAYAK!!!!
AKAK TK
Tidak usah studi banding
Analisa Sebuah STUDI BANDING; Hasil Serta Manfaat
Inilah mereka
BIASALAH ANAK PLAY GROUP
Komisi V, Ucup Kelik+Sekarung Mie Instant
Hilangin anggaran itu juga gak gampang Coy !!!
BERPACU DALAM STUDI BANDING ...!!!
Kok repot
Laos studi banding ke Indon
MIOL lebih suka BONGKAR
wajar
argumen paling sesat di muka bumi...
STUDI BANDING MEMANG PERLU, TAPI ...!!!
=== Penipu Yang Beruntung Karena Tidak Ada Sanksinya ===
Re: === Penipu Yang Beruntung Karena Tidak Ada Sanksinya ===
Re: === Penipu Yang Beruntung Karena Tidak Ada Sanksinya ===
Kematian Buat Indonesia
Re: === Jepang Juga Melakukan Studi Banding ===
=== Penipu Yang Beruntung Karena Tidak Ada Sanksinya ===
DPR. oh DPR...
Kapan Sih Birokrat & DPR Mikirin Rakyat
Re: Kapan Sih Birokrat & DPR Mikirin Rakyat
Re: Kapan Sih Birokrat & DPR Mikirin Rakyat
STUDI MENGUNAKAN KACAMATA KUDA
Yang Menggelikan Bukan Cuma Study Banding
andaikan saya ketua dpr
Re: andaikan saya ketua dpr
Re: andaikan saya ketua dpr...cuma andaikata
Iri
Dengki
Asal jangan bawa anak istri
Studi = Belajar
OBYEK STUDI YANG JELAAAS, FOKUUUS DAN RINGAAAN ...!!!
PESIAR SAMBIL BELAJAR nyatanya begitu ...
Study banding di Eropa, yg ngerti Bhs Inggris cuma 1
Re: Study banding di Eropa, yg ngerti Bhs Inggris cuma 1
PEJABAT MEMANG PERLU JALAN2 AGAR ................
STUDI WISATA ...!!!
Re: STUDI WISATA ...!!!
Kasihanilah anggota DPR
Re: Andaikan FPKS ikut2an
Semakin Banyak Bukti......
Re: Semakin Banyak Bukti......
STUDI BANDING = studi MALING = studi PENCURI
STUDI WISATA ...!!!
buktikan dulu hasil dari studi banding yang dulu
Galang Para Pelajar
RE: Studi Yang Menggelikan
stop studi banding ke mancanegara.
STUDI BANDING DENGAN IKTIKAD BAIK
kamuflase bentuk korupsi
SETIAP NEGARA DAN BANGSA MEMPUNYAI KEPANDAIAN SENDIRI2.
Studi banding
KEPADA SIAPA SENJATA ITU KITA BERIKAN....?
Re: KEPADA SIAPA SENJATA ITU KITA BERIKAN....?
Re: Re: KEPADA SIAPA SENJATA ITU KITA BERIKAN....?
Buat Komisi V-DPR yang Mau Jalan-Jalan ke Eropah Barat
Re: Buat Komisi V-DPR yang Mau Jalan-Jalan ke Eropah Barat
beginilah akibatnya studi banding rombongan...
Re: beginilah akibatnya studi banding rombongan...
Viper yang cemburu....!
KOMENTAR/TANGGAPAN
EDITORIAL LAINNYA
Selasa, 07 November 2006
Senin, 06 November 2006
Senin, 06 November 2006
Minggu, 05 November 2006
Sabtu, 04 November 2006
Jum'at, 03 November 2006
Kamis, 02 November 2006
Kamis, 02 November 2006
© 2003 Media Indonesia. All rights reserved.
Partnered with Indonesia Interactive Comments and suggestions please email miol@mediaindonesia.co.id