MEDIA ANDA

Halaman:  1 2 3 4 5 6 7 >
Lebaran tanpa THR, Depnaker Bungkam

Melalui surat ini kami hanya ingin berbagi rasa bahwa kekacauan tenaga kerja bukan hanya terjadi di TKI, PT DI, TExmaco, Plywood Nusantara Gresik, dll, tapi juga menimpa kami para karyawan Indonesian Airlines. Bahkan nasib kami mungkin paling parah, betapa tidak semenjak bulan Maret Gaji macet dan hingga kini tidak ada pembayaran gaji.

Yang membuat kami jengkel, kami ini sudah mengadu kesana kemari, dari Depnaker, Kepolisian, hingga ke DPR, tapi tak satupun dari instansi tersebut peduli dengan kami.

Kini lebaran tinggal beberapa hari lagi, dan agaknya kami hanya bis gigit jari karena tidak ada gaji dan THR yang diberikan kepada kami, sementara di luar sana para pejabat pemerintah berpesta pora dan tidak memperdulikan nasib kami. Tolong, tunjukkan masih adakah keadilan di negeri ini?


Karyawan Indonesian Airlines
yussack@yahoo.com

Tagihan ABN AMRO tidak sopan!

Pada hari Senin (17/11), saya ditelepon oleh pihak Bank Amro untuk segera melunasi tagihan Personal Loan yang kekurangannya harus segera dibayarkan. Kekurangan tersebut berupa bunga keterlambatan sebesar 45 ribu rupiah. Sebagai pihak peminjam, saya sudah membayar hutang pokoknya pada tanggal 3 November 2003, sedangkan bunganya belum saya bayar mengingat kondisi keuangan saya yang mulai menipis. Jadi, pihak Bank meminta untuk membayar kekurangan itu dengan segera.

Terus terang, saya sering mengalami hal tersebut, ditelepon oleh pihak Bank untuk segera melakukan pembayaran. Akan tetapi, kali ini saya benar-benar kecewa dengan pelayanan Bank AMRO yang seenaknya menagih dan itu dilakukan sudah ketigakalinya. Penagih adalah seorang perempuan yang seharusnya berbicara lebih sopan, terlebih kepada nasabahnya. Akan tetapi, dia dengan seenaknya mengucapkan kata-kata yang seharusnya tidak keluar dari seorang pegawai Bank. Apalagi perempuan.

Mengingat penagihan lewat telepon tersebut sudah dilakukan untuk ketigakalinya, dan saya menjawab pasti saya bayar pada bulan ini. Yang ingin saya tanyakan pada pihak AMRO Bank, apakah penagihan lewat telepon dilakukan berulang kali pada bulan yang sama? Saya mohon kejelasannya.


Maria Hendrika Yuniati
hendrikayus@yahoo.com
Jl MH Thamrin Jakarta

Polri Harus Usut Kasus Pembobolan Dana BNI

Belakangan ini mengemuka berita mengenai keterlibatan salah seorang mantan purnawirawan Jenderal yang ikut konvensi partai Golkar, terlibat skandal pembobolan dana BNI.

Hal itu menurut saya, rakyat harus diberikan kejelasan mengenai isu berita tersebut. Karena isu tersebut sangat signifikan, karena menyangkut salah seorang yang ingin berkuasa di republik ini, dengan mengincar jabatan sebagai presiden 2004-2009. Dan peran Media massa harus diberdayakan dalam hal ini, jangan takut-takut untuk mengulasnya. Walaupun yang terlibat itu adalah mantan penguasa militer kala dia aktif dulu.

Karena, negeri kita ini adalah menganut negara yang taat hukum, maka, di depan hukum, semua adalah sama. Jangankan Purnawairan Jenderal, Jenderal aktif pun, bila ia melakukan pelanggaran dan kesalahan, dia pun harus mempertanggungjawabkannya di depan hukum.

Hendaknya kita harus mulai bercermin, bahwa ambisi maupun obsesi untuk meraih jabatan tertentu, itu sah-sah saja, tapi harus pula di ingat, jangan karena ambisi, lantas butuh dana kampanye, lalu menghalalkan segala cara yang tidak elegan. Bahkan, bisa disejajarkan dengan para penjahat kemanusiaan, yang harus diadili, atau teradili karmanya oleh sang pencipta alam semesta ini. Kalau tak mampu, katakan dengan jujur, jangan memaksakan kehendak. Harga diri adalah kehormatan setiap anak manusia, karena hal itu merupakan cermin dari baik tidaknya moral maupun budi pekerti jiwa setiap orang. Penampilan diluar setiap orang bisa saja bertopeng, namun untuk topeng jiwa, ia akan ketahuan jua.

Jadi, jangan sampai kita salah pilih calon pemimpin yang bermental maling, garong, dan rampok. Bila kita salah pilih, hendak kemana negara kita dibawa? Dan generasi penerus kita akan terus di doktrin dengan mental-mental beserta semangat juang untuk maling, ngegarong dan merampok seluruh kekayaan alam negeri ini, serta menjarah, memperkosa hak-hak rakyat jelata. Lantaran itulah, kasus BNI ini harus diikuti terus perkembangannya oleh pers, sebagai pilar keempat di negara yang bersistem demokrasi di Asia Tenggara ini.


Gempar Prahara Lintar
buat_gempar@kapanlagi.com
Jl Kota Bumi, Menteng, Jakarta Pusat.

Halaman:  1 2 3 4 5 6 7 >

Copyright 2003 Media Indonesia. All rights reserved.
Partnered with Indonesia Interactive
Comments and suggestions please email webmaster@mediaindonesia.co.id
Berita Terkini
Sasana Baharuddin Lopa Kejaksaan Agung Terbakar
Mauoremo Kalahkan Raymond, Prancis Pimpin Piala Federasi
AS Mengingatkan Dunia Aksi Teror akan Lebih Menghebat
Soetjipto: Mudik Gratis PDIP Bukan Curi Start Pemilu 2004