Berita via SMS
MEDIA ANDA

Halaman: <  1 2 3 4 5 6 7 >
Turut Berduka Cita

Seluruh Warga Yayasan MELATI turut berduka cita dan prihatin atas korban musibah Bom di seputar Kedutaan Australia. Mengutuk berat perbuatan tidak bertanggung jawab dan biadab tsb.


yayasan MELATI
yasmel832002@yahoo.com
Jl. Semangka Blok S-37 Kalibata Indah- Jakarta Selatan

Kebebasan Berekspresi, Masihkan Diagungkan?

Belum lama dunia perfilman kita dikejutkan oleh beredarnya film BCG, yang menimbulkan banyak protes dan tuntutan dari beberapa kalangan agar ditarik dan dihentikan dari peredaran.

Sebetulnya banyak film dan sinetron serta acara TV lain yang menyuarakan kebebasan berekspresi yang sebagian besar dekat dengan pornografi dan pornoaksi. Fenomena yang terjadi di masyarakat, pergaulan dan seks bebas yang semakin marak terjadi, bukan saja di perkotaan tetapi merambah ke pedesaan, yang antara lain dipicu oleh tayangan media massa yang membius masyarakat dengan pornografi dan pornoaksi.

Jika ditelusuri, semua fenomena tersebut berakar pada satu hal yaitu kebebasan berekspresi sebagai perilaku yang dijamin dalam demokrasi. Artinya kebebasan berekspresi dianggap sebagai sesuatu yang legal, karena tidak ada demokrasi tanpa adanya kebebasan.

Dengan semakin kencangnya laju demokratisasi, perilaku bebas tidak akan berkurang, bahkan semakin lepas kendali serta mendapat tempat dan legalisasi.

Masyarakat kita adalah masyarakat manusia, bukan komunitas binatang. Sudah selayaknya segala interaksi didalamnya haruslah mencerminkan ketinggian martabat kemanusiaannya, yang terletak pada ketinggian akal bukan pada hawa nafsunya. Karenaitu jika perilaku bebas dalam memenuhi dorongan perut dan naluri manusia,yang bersumber dari hawa nafsu yang dibimbing oleh setan justru diberi tempat, sarana, dibiarkan, dilindungi, bahkan dijamin oleh UU, maka sepantasnya kita bertanya pada diri kita sendiri, apakah kita memang menghendaki masyarakat menjadi hina dan turun derajatnya? Apakah kita rela dan siap kehilangan martabat kita sebagai manusia?


Azmi
ariyanidwi_80@yahoo.com

Air Mancur HI Lebih Penting dari Penggusuran

Beberapa waktu lalu air mancur di bundaran HI tidak berfungsi karena hilangnya kabel panel yang diduga dicuri oleh pemulung. Kita mungkin cukup sedih bila kemegahan air mancur lenyap sebentar dari pandangan kita warga Jakarta. Patut disyukuri bahwa akhirnya air mancur kembali berfungsi pada Kamis (02/09) sore.

Ada yang cukup mengganjal saya bahwa Gubernur DKI Sutiyoso pernah mengatakan "Kok tega-teganya kabel air mancur HI dicuri?" Ada yang lucu dari komentar Sutiyoso tersebut, mengapa hal yang "cuman segitu" sampai bersedih hati.

Mengapa tidak bersedih terhadap korban-korban penggusuran dan kebakaran, dan mengapa Pemprov DKI lebih suka mempercantik kotanya dibandingkan dengan membenahi dan memberikan perlindungan bagi warganya. Ironis memang, tapi apa mau dikata?

Para pemimpin daerah dan bangsa Indonesia lebih suka dengan hal-hal yang menyilaukan mata dibandingkan dengan menolong sesama. Sedih memang.


H R Rachman
hr_rachman@yahoo.com
Jl Matraman Pengangsaan No 1 Jakarta Pusat

Halaman: <  1 2 3 4 5 6 7 >

Copyright 2003 Media Indonesia. All rights reserved.
Partnered with Indonesia Interactive
Comments and suggestions please email miol@mediaindonesia.co.id
Berita Terkini
Warga Surabaya Gotong Royong Siapkan TPS
Myskina/Sugiyama Juara Ganda Wismilak International
Beredar SMS Ajakan Pilih Capres Tertentu
Kurang Dana, TPS di Palu Dialihkan ke Rumah Penduduk