Berita via SMS
MEDIA ANDA

Halaman: <  4 5 6 7 8 9 10 >
Mohon Bantuan

Saya lulusan Teknik Lingkungan- Institut Teknologi Bandung, angkatan 1993. Saya kehilangan kontak dengan temen-temen baik saya; Rindawati Sinulingga (BI 93), Herlina Tambunan (BI 93), dan Suharyati E Panjaitan (PL 93). Saya bermukim di Los Angeles, USA, dan saya mengalami kesulitan dalam melacak keberadaan teman-teman saya tersebut.

Kepada Rinda, Lina, dan Yati, tolong kirim email aku, aku kangen sama kalian. Kepada para pembaca yang bisa membantu saya untuk menghubungi mereka, tolonglah saya.


Evi Sihite
Esihite2002@yahoo.com
939 W College St Apt #105 Los Angeles, CA, 90012

Para Ulama Mulai Gerah

Para ulama mulai gerah dengan tayangnya film 'Buruan Cium Gue' yang dibintangi oleh bintang-bintang muda indonesia. Para ulama yang diwakili oleh Aa Gym, salah satu ulama yang kondang di Indonesia, menanyakan pada LSF (Lembaga Sensor Film) mengapa film itu layak tayang, sedang menurut mereka para ulama mengandung adegan yang cukup vulgar untuk ditonton.

Itu merupakan langkah yang cukup baik untuk menekan pornografi di Indonesia, tapi saya menyayangkan mengapa para ulama mulai gerah ketika ada film Indonesia yang tayang di bioskop, yang mengandung adegan vulgar.

Sedang ketika ada tayangan yang lumayan vulgar, mereka hanya tenang-tenang saja. Hingga akhirnya banyak tayangan serupa yang muncul di layar tv swasta di Indonesia. Sedang kalau kita fikir, pengaruh tayangan televisi itu lebih berat ketimbang tayangan bioskop karena itu ditayangkan setiap minggunya.

Merekapun tidak dikenai biaya untuk menonton acara tersebut. Sedang di bioskop, selain mereka harus membayar tiket masuk, filmnya pun belum tentu ada yang baru dalam 1 tahun. Oleh karena itu saya berharap para ulama dapat melayangkan aksi serupa pada para pemilik stasiun tv swasta, hingga negara kita akan memiliki moral yang baik.


Lukito
luki_26s@yahoo.com

Tanggapan Keluhan Biaya Pendidikan

Belakangan banyak keluhan maupun kritikan terhadap pemerintah mengenai biaya pendidikan yang tinggi, baik dari tingkat SD sampai perguruan tinggi sepertinya tanggung jawab pendidikan anak adalah tanggung jawab pemerintah, terus dimana peran orang tua?

Apakah kita sebagai orang tua sudah sungguh-sungguh merencanakan dan berusaha agar anak kita bisa ke sekolah kelak dengan berusaha menabung sejak si anak lahir? Bagaimana kita bisa bilang biaya sekolah tinggi, tidak terjangkau sementara bapaknya merokok dua bungkus sehari?

Jadi saya kurang sependapat dengan kritikan-kritikan yang "hanya" menyalahkan pemerintah saja. "Pendidikan anak adalah tanggung jawab orang tua"!. Di negara-negara maju biaya pendidikan gratis?

Pendapat ini juga tidak sepenuhnya benar. Di Jepang biaya pendidikan untuk anak sangat tinggi, ini jugalah yang menjadi salah satu alasan kenapa mereka tidak ingin mempunyai anak banyak, disamping biaya hidup lain yang cukup tinggi. Bagaimana dengan kita? Apakah kita sudah cukup berusaha?


Yulius Satria
xcrhx312@ybb.ne.jp
Nagoya, Japan

Halaman: <  4 5 6 7 8 9 10 >

Copyright 2003 Media Indonesia. All rights reserved.
Partnered with Indonesia Interactive
Comments and suggestions please email miol@mediaindonesia.co.id
Berita Terkini
Warga Surabaya Gotong Royong Siapkan TPS
Myskina/Sugiyama Juara Ganda Wismilak International
Beredar SMS Ajakan Pilih Capres Tertentu
Kurang Dana, TPS di Palu Dialihkan ke Rumah Penduduk